KH. Abdul Hanan Sa’id

Pada tanggal 25 Februari 2000, masyarakat Betawi kehilangan salah satu ulamanya di bidang ilmu tajwid, yaitu KH. Abdul Hanan Bin H Muhammad Sa’id, atau dikenal dengan nama KH. Abdul Hanan Sa’id; dan bulan Februari sekarang ini adalah haulnya yang ke-7.

KH. Abdul Hanan Sa’id bukanlah asli keturunan etnis Betawi. Dia dilahirkan di Serang, Banten pada tanggal 4 April 1923 dan wafat pada tanggal 25 Pebruari 2000, di usia kurang dari 77 tahun. Hanan memulai pendidikan formalnya di sekolah dasar pada usia 8 tahun dan selesai pada tahun 1936. Pada tahun 1937, melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Ibtidaiyah dan selesai pada tahun 1941. Pada tahun 1950, Hanan yang telah berusia 27 tahun memutuskan untuk kembali mendalami ilmu agama, khususnya ilmu Alquran di pesantren.

Profesinya sebagai seorang guru dimulai pada tahun 1942 saat ia mulai mengajar di Madrasah Al-Ihsaniyah di kampung halamannya, Serang, Banten. Pada tahun 1950, ia pindah ke Tambun, Bekasi dan meneruskan karir mengajarnya di Madrasah An-Nasyi`ah. Setahun kemudian, 1951, ia pindah ke Jakarta, untuk seterusnya, dan menjadi pengasuh di Ma`had Ta`lim al-Qur`ân. Dia juga menjadi pengasuh pondok itu dan menjadi pengajar agama di beberapa tempat seperti di Corp Cacat Veteran, di perkumpulan anggota polisi Seksi III Pasar Baru. Pada tahun 1956, ia dipercaya untuk menjadi kepala madrasah Manhalun Nasyi`in yang berlokasi di Jakarta Pusat. Pada tahun 1959, ia dinyatakan lulus ujian sebagai Guru Agama dan mendapatkan status sebagai pegawai negeri sipil.

Gelar “Kiai Haji” diberikan masyarakat kepada Abdul Hanan Saiid setelah ia pulang dari ibadah haji pada tahun 1973. Gelar tersebut memang pantas ia sandang karena kiprahnya semakin menonjol di tengah masyarakat, terutama masyarakat Betawi. Begitu pula dengan karirnya yang semakin maju. Dimulai ketika ia menjadi kepala Kantor Penerangan Agama Daerah Tingkat II, Jakarta Utara pada tahun 1961. Kemudian ia diangkat sebagai kepala Dinas Penerangan Agama Kota Jakarta Barat pada tahun 1968. Pada tahun 1973 (setelah menunaikan ibadah haji), ia diangkat menjadi kepala Inspeksi Penerangan Agama Kota Jakarta Pusat., Pada tanggal 11 Mei 1979, karirnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) berakhir. Namun, profesi dan kiprahnya sebagai kiai dan guru tajwid Alquran semakin menonjol.

Ia bersedia hadir walau hanya untuk menjadi juri MTQ dengan peserta usia taman kanak-kanak dan remaja. Bahkan, ia pernah menjadi Ketua Dewan Hakim MTQ Antar Waria yang diadakan di Sasana Langen Budaya TMII Jakarta Timur pada tanggal 15 Desember 1990. Bidang dakwahnya semakin luas saat ia diminta menjadi anggota Lajnah Pentashih Mushaf Alquran Departemen Agama RI dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2000.

Pengalaman dan Jasa-jasa
KH A Hanan Sai’d dikenal sebagai seorang yang ahli di bidang tajwid. Ia termasuk salah satu ulama di Indonesia yang langka yang menguasai ilmu-ilmu dan qira’at al-Quran. Hal ini terlihat ketika Pemerintah Republik Indonesia, melalui menteri Agama memberikan penghargaan kepadanya sebagai “Hamalah al-Qur’an dari Jakarta” karena pengalaman dan jasa-jasa beliau di dalam memajukan pendidikan dan pengembangan Alquran di masyarakat.

Beliau memiliki pengalaman yang sangat padat. Pengalamannya sebagai ketua atau koordinator dewan hakim MTQ atau MHQ dijalaninya sebanyak kurang lebih 150 kali, terhitung sejak tahun 1953 sampai tahun 1993, baik untuk even-even lokal maupun nasional. Jika ditambah dengan posisinya sebagai Anggota Dewan Hakim MTQ dan MHQ, sejak tahun 1953 sampai tahun 1999, maka sudah 255 kali ia tekuni untuk even-even lokal, nasional, maupun internasional. Sedangkan sebagai pembina bagi qori’ dan qori’ah bagi duta DKI Jakarta untuk MTQ dan MHQ, terhitung sejak tahun 1962 sampai dengan tahun 1993, tetap ia jalani sebanyak 32 kali.

Salah satu sumbangan pemikiran beliau yang sangat penting dan menjadi kontroversi di kalangan ahli tajwid adalah penemuannya tentang qalqalah akbar. Sebagaimana diketahui bahwa qalqalah di dalam ilmu tajwid ada dua, yaitu qalqalah shugra dan qalqalah kubra. Sedangkan beliau menganggap bahwa ada tiga, dengan penambahan, yang menurut istilah beliau disebut dengan qalqalah akbar: qalqalah yang lebih daripada qalqalah kubra. Qalqalah akbar, misalnya, dapat ditemukan pada pengucapan watabb di Q.S. Al-Lahab.

Kitab Taysîr al-Musykilat fî Qira`ah al-Âyat (seterusnya disingkat dengan Taysîr) merupakan karya masterpiece dari KH. Abdul Hanan Sa’id. Selain kitab Taysîr, terdapat karya-karya lain beliau, yaitu: Risalah Pegangan Khatib, Miftâh at-Tajwîd Juz I dan Juz II, al-Masâ`il at-Tajwîdiyyah Jilid I dan Jilid II, al-Asytât fi al-Hikâmi wa al-Fawa`id wa al-Maqâlât. Kepakarannya dalam ilmu tajwid diapreasi oleh pemerintah Republik Indonesia (melalui Departemen Agama) dengan memberikan penghargaan kepadanya sebagai Hamalah al-Qur`an.

Tersusunnya kitab Taysîr merupakan buah dari ketekunan KH Abdul Hanan Sa`id selama puluhan tahun. Sebab, isinya berasal dari catatan-catatan yang ditulisnya sebagai pelatih; ketika para qori dan qori`ah serta hafidz dan hafidzah menemukan kesukaran dalam mengucapkan huruf atau ayat tertentu di dalam Alquran menurut riwayat Imam Hafs. Kesukaran tersebut dialami ketika mereka mengikuti tiap-tiap training centre (pemusatan pelatihan) untuk mengikuti even MTQ Tingkat Nasional Pertama pada tahun 1968 sampai dengan MTQ Tingkat Nasional Keenam pada tahun 1991. (Alwi Shahab)

sumber : Republika, 23 Februari 2007

Published in: on November 19, 2007 at 10:32 am  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://iwanabdurr.wordpress.com/2007/11/19/kh-abudl-hanan-said/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. beliau adalah guru saya yang paling TOP dalam hal ilmu tajwid….sanadnya sampai ke ROSULULLOH SAW…jarang sekali ada guru tajwid yg seperti beliau…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: