Masjid Agung Sunda Kelapa (1969)

Meletusnya peristiwa G 30 S/PKI tahun 1965 ternyata banyak memberi pelajaran berharga. Sejak peristiwa menggemparkan itu, orang makin menyadari pentingnya agama. Banyak masyarakat di Ibu kota merindukan kembali ke suasana kehidupan yang lebih Islami. Setidaknya itulah menurut pengamatan H.M. Kasasi, salah seorang pengurus harian Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, yang juga menjadi saksi atas berdirinya salah satu masjid bergengsi di Jakarta itu.

Terlebih masyarakat Menteng, menurut Kasasi, juga merasakan hal demikian. Daerah Menteng, siapa yang tak kenal daerah ini. Dahulu tempat ini adalah tempat paling bergengsi, dan sampai sekarang pun masih. Pejabat, penggede, pengusaha kaya, para jenderal banyak memilih tinggal di daerah ini. Tahun 1965, di beberapa lokasinya bahkan tercatat sebagai tempat paling berdarah menurut sejarah. Tujuh jenderal diculik dan tewas terbunuh.

Pencetus berdirinya Masjid Agung Sunda Kelapa, menurut Kasasi, adalah Alamsyah Ratu Prawiranegara yang ketika itu masih bertugas di Sekneg. Mewakili masyarakat Menteng, Alamsyah memandang daerah itu perlu memiliki sebuah masjid besar. Ketika itu tidak ada satu pun masjid berada di wilayah itu. Lalu di tahun 1966 sudah mulai terbentuk susunan kepanitiaan pembangunan masjid dengan ketuanya H.BR. Motik.

Di tahun yang sama rombongan panitia itu kemudian menemui Gubernur Ali Sadikin, setelah sebelumnya bertemu dengan Pangdam V Jaya, Jenderal Amir Mahmud dan Jenderal A.H. Nasution. Mereka menyampaikan keinginan agar gedung BAPPENAS bisa dialihkan menjadi bangunan masjid, Masjid Raya Menteng. Tapi ketika itu pemerintah dengan Kabinet Amperanya, ternyata masih membutuhkan gedung itu–sampai sekarang masih dipakai.

Kemudian kepada Ali Sadikin, panitia meminta izin agar lokasi Stadion Menteng atau lapangan Taman Sunda Kelapa dapat dijadikan sebagai lokasi masjid itu. Menyetujui permohonan itu, Ali Sadikin justru meminta panitia untuk memilih salah satunya. Tentu bisa ditebak, lapangan Taman Sunda Kelapalah yang kemudian dipilih. Maka akhirnya pembangunan Masjid Sunda Kelapa pun dimulai, peletakan batu pertamanya dilakukan tepat pada tanggal 21 Desember 1969.

Sebagai masjid yang berada di lingkungan elit, tentunya pembangunan masjid juga diperhitungkan secara matang. Tercatat, Masjid Sunda Kelapa adalah masjid pertama di Jakarta yang menerapkan konsep baru tentang arsitektur masjid berkelas. Masjid inilah yang pertama kali memadukan konsep antara aktivitas ibadah, perekonomian dan pendidikan. Yang kemudian diikuti oleh masjid-masjid lain di Jakarta sampai sekarang. Aktivitas itu diakomodasi oleh keberadaan lantai yang berbeda. Lantai atas adalah sebagai pusat ibadah dan dakwah. Lantai bawah, digunakan sebagai aula/tempat resepsi (disewakan), perkantoran, perpustakaan, ruang rapat, pengislaman dan tempat berwudhu.

Secara umum gaya arsitektur yang diterapkan pada masjid ini tetap mengikuti gaya yang berkembang pada masa itu. Berciri modern, praktis dan sederhana dalam memilih bentuk pintu, jendela, maupun asesoris. Ini bisa dilihat dari bentuk bangunan yang lebih mengandalkan struktur beton pada pilar, list-plang, dan atap. Atau model lampu taman, undakan tangga maupun plaza di pintu masuk utamanya.

Sekarang kalau menyebut Sunda Kelapa sama artinya dengan gengsi. Masjid ini lebih dikenal karena banyak pasangan berduit memilih melansungkan acara resepsi di sana, di samping aktivitas remaja masjidnya yang juga lumayan bagus. Tak heran masjid yang terletak di belakang (selatan) gedung BAPPENAS ini dianggap sebagai masjid kelas satu, selain Masjid Biru Pondok Indah. Anda ingin menengok masjid yang diresmikan oleh Ali Sadikin 31 Maret 1971 ini? Ada dua alternatif yang bisa dipakai. Mau dari depan Hotel Indonesia, lalu menunggu bus di Jalan Imam Bonjol bisa. Dari perempatan Megaria pun mudah.

Published in: on October 26, 2007 at 2:51 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://iwanabdurr.wordpress.com/2007/10/26/masjid-agung-sunda-kelapa-1969-2/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: